Selasa, 22 Maret 2011

" Pagi "

ku hadapkan wajah pada mentari,
silau; mentari mengingatkanku pada nya,
ku ulang dengan sebuah persembahan,
persembahan yang jadul,
sebuah nyanyian fales,
diiringi kicau burung singkat,

kaki terjerat embun,
hsrat memijak rumput teki,
tapi aku tidak memijak asa ku.

Bengkulu, mai 2009



Tidak ada komentar:

Posting Komentar