dipadang tanpa batas,aku terperangkap oleh jeruji-jeruji kenistaan,
rohku penuh pekatan lumpur,
kelam,,kering,,rapuh,,,
aku seperti ranting,
goyah terpukul sapaan angin,
aku seperti ranting,
menyendiri dalam kematian,
menjauh dari kalam-kalam Tuhan,
aku seperti ranting,
tertipu waktu,
berlari terus, hingga daun berguguran dalam diam,
dibelahan persada sunyi ini,
istiqhfarku pudar terombang pasang,
menghanyut jauh ke samudera-samudera nafsu,
aku benar-benar seperti ranting,
goyah oleh logika,
membutakan hati,
menusuk naluri jiwa.
24 mai 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar