Selasa, 29 Maret 2011

" Lelaki Murahan "

aku tidak menceraikan roh dengan jiwa,
aku tidak membutakan bulan pada bumi,
aku juga tidak memahat rindu pada jiwa-jiwa yang terlunta,
namun naluri yang memaksa pikiranku, 
mengintruksiku, untuk menjelma menjadi Izrail,
memusnahkan segenap perasaan pada kesakitan,
lalu menginjak datar  semua ocehan kososng tentang hidup.

hidup,
seperti menggambar peta dengan arang kayu jati,
pudar dalam hitungan detik oleh gerimis yang memaksa pelangi untuk diam sejenak,
kabur, 
gelap,
penunjuk arah juga hilang dihantam tetes demi tetes hujan tanggung.
hidup,
berikan aku waktu untuk berdiam, berpikir tentang sisi jiwa yang kelam.

Lebong, 5 mai 2009.



Senin, 28 Maret 2011

" Maret "

Aku belajar mencintai sepenuh hati,
tapi sia-sia,
sisa gerimis februari masih mengusikku perlahan,
memaksaku menanti kehampaan,
aku termenung,
aku seperti dihimpit logika dan waktu.

Abdya, 29 Maret 2011

Selasa, 22 Maret 2011

" Pagi "

ku hadapkan wajah pada mentari,
silau; mentari mengingatkanku pada nya,
ku ulang dengan sebuah persembahan,
persembahan yang jadul,
sebuah nyanyian fales,
diiringi kicau burung singkat,

kaki terjerat embun,
hsrat memijak rumput teki,
tapi aku tidak memijak asa ku.

Bengkulu, mai 2009



Senin, 21 Maret 2011

" Jiwa "

dipadang tanpa batas,
aku terperangkap oleh jeruji-jeruji kenistaan,
rohku penuh pekatan lumpur,
kelam,,kering,,rapuh,,,

aku seperti ranting,
goyah terpukul sapaan angin,
aku seperti ranting,
menyendiri dalam kematian,
menjauh dari kalam-kalam Tuhan,
aku seperti ranting,
tertipu waktu,
berlari terus, hingga daun berguguran dalam diam,
 dibelahan persada sunyi ini,
istiqhfarku pudar terombang pasang,
menghanyut jauh ke samudera-samudera nafsu,
aku benar-benar seperti ranting,
goyah oleh logika,
membutakan hati,
menusuk naluri jiwa.
24 mai 2006

" Hujan "


bait dari sang melati;
hujan mengingatkan ku pada yg tlah pergi !
ah.......aku benar-benar trluka,
kenapa hujan turun ketika ku masih bgitu rapuh sperti ini,

" hujan akan selalu setia padamu melati,

hujan akan mengabarkan kerinduan yang tak berujung,
mengabarkan cinta yang pupus oleh keraguan,
peluk hujan oleh jiwamu,
ceritakan apa mau mu,
maki, atau suruh bunuh aku yang membiarkan cintamu luluh oleh rasa mu,"
21-03-11

Minggu, 20 Maret 2011

" Senja II "

Senja ini begitu bermakna,
kau mengingatkanku pada Tuhanku,
kau mengingatkanku untuk mengecup sang khaliq,
kau mengingatkanku pada sebuah tanggung jawab abadi,
pada sisi cinta yang sudah miring dan tandus,
juga pada cintamu untuk kudekapi.
semarang;2009

" Senja I "

senja;waktu dimana aku kusu' mengingatMU,
ku alunkan syair-syair indah yang Engkau turunkan,
sambil ku kenang rimbun dosa yang ku pahat perlahan,
menggunung, meluas seprti biru samudera,

Pada senja,
pada senja ya Rabb,
pada saat aku menangis kecut,
meminta ampun,
meminta  belas kasih,
aku begitu hina ya Rabb,
begitu tak berharga dihadapmu,
pada senja ini; Aku terkulai dengan airmataku.
Semarang; 2009




" Pada Gerimis Senja "

aku mengajak gerimis bicara,
menanyakan arti dari kerinduan,
menanyakan simponi yang terpendam tanpa alunan,
menayakan sebuah episode yang lebur oleh waktu,
aku menanyakan; apakah cinta itu yang membuat aku begini??

gerimis mendayu pelan,
aku masih dengan suara hatiku,
sekarang aku hanya mampu berbisik pada gerimis,
bercerita dengan suara kecil tanpa irama,
ah,,biar lah rindu seperti ini,
biarkan saja,,,
biarkan tak tertopang oleh dekap hangat cinta,
karna aku yang mulai mencintaimu.
blangpidie, 2006.

Selasa, 15 Maret 2011

" Melati "

Melati....
ku pikir kau tlah lupa pda senandungnya,
sudah begitu lama,
ku jadi mrindukn sekotak melati di musim hujan,
jika ku boleh meminta,
bersediakah engkau tetap menunggunya dsana?
disimpangg persimpgan arus,
dibwah temaram langit kuta tinggi,
karna wanginya akan menyapamu mlam in.

Melati Putih

Bulan Penuh Dilangit Kuta Tinggi (sajak untuk melati)

biasanya tampak separuh,
tapi malam ini tampak penuh,
aku begitu menikmati cahanya,
dikaki langit, di lembah dua arah
sambil kutatap deras air sungai yang mengalir keruh.

langit terang,
mayapada terlihat begitu indah,
seindah wajah melati yang kupetik ranum dari batangnya.
bulan penuh di simpangan perasaan,
aku menunggu mu untuk kembali bercerita lewat sajakku,
karena disini tempat aku menantimu,
di kaki langit kuta tinggi.
blangpidie,,,,2005.

" Sabda Cinta "

lizinkan aku mengusap embun di taman mimpi ,
sambil kudaki pelantaran terjal,
meraih cinta yang tak kunjung datang oleh sebab,
ruku', atau Sujud yang kosong,
selalu memaknai datangnya hari,
untuk meluluh lantakkan kekuatan :"Cinta"

aku bukan " Khahlil Gibran " yang mampu merangkai kata-indah untuk semerbak esok hari,
aku juga bukan Pujangga yang setiap saat membuat malam menjadi indah tanpa bulan.
aku mau merangkai cinta dengan semangat tanpa bintang pun dunia ini akan lengkap,
meski kau adalah angan dalam pikiran,
atau harapan yang mati sebelum hari berganti,
lewat senandung yang belum rampung tertulis
disebabkan tinta tidak mau melekat pada kertas putih selebar telapak tangan,
melalui malam yang belum sempat mengirim rindu karena gerimis mengusik bulan,
untuk awan yang belum sempat bergumpal karena badai,
cinta ini ingin ku tulis dengan batasan dan isyarat Tuhan,

seberapa panas matahari membakar saat tubuh berada di gurun pasir tanpa makhluk?
seberapa tajam amunisi membidik jasad di kesunyian,
sepanas dan setajam itu perasaan yang ku pahat di atas bahtera hati mu.
ini adalah sabda Cinta yang ku tulis ditengah galau,

Kuta Fajar, 2008


" Satu"

Satu adalah sihir mu yang melupakanku pada diriku,
satu adalah kehadiranmu yang menyengatku,
satu kau bagai laut biru yang dalam : ingin aku menyelam kedasarnya,
satu adalah senyum ,
satu adalah tatapanmu yang membuat aku ragu.

" Capek"

aku berteriak sekuat tenaga :
silahkan kalian anggap aku apa?
binatang,
manusia setengah dewa,
atau apa yang menurut kalian pantas,,

aku capek dengan hidup ini,
aku bosan sudah berjalan,
tapi aku tak mau jadi pelanggar: mati bunuh diri,
biar malaikat saja yang menjemput ku,
karena mereka sudah tau kapan waktu yang pantas untuk mencabut nyawaku.

aku mau menghabiskan sisa hidup ini untuk mu,
untuk mu yang telah membuat ku kecewa,
yang sudah membuat aku terhina,
padahal kamu orang yang ku kagumi: biar kan sisa hidup ini untuk mu: membunuh mu.
2005 


Senin, 14 Maret 2011

" Pergi (catatan untuk Sh-Kh) "

begitu besar spasi langkahmu,
antara langkah itu; ada hati yang tersepak,
aku tau,,
pikiranmu mengabaikan semua resah ku,
aku menunduk kaku,
lalu menentes beberapa bulir air mata.

jiwa,,,
merapatlah erat,
bimbing hati merangkul perih,
delete segenap rindu,
hapus semua bayang yang melekat kuat di ingatku,
pergi; langkah terbaik untuk semua kesakitan ini.

Jumat, 11 Maret 2011

" Sajak Biru "

Keniscayaan atau nafsu yang membara?
cinta,
kehangatan,
kecupan tanggung,
desah ringan,
pejuh,
ah,,seakan naif pada keadaan,
keadaan pun terdiam,
membisu enggan bersuara.




Kamis, 10 Maret 2011

" Kita tunda untuk sementara "

biar ku kunci untuk sementara,
meski harus ku caci maki rasa ini,
ku paham maksudmu,
namun bukan berarti aku mau,,
sudah berapa kali ku katakan tidak,,!!
namun kau memaksaku,
memaksa membohongi perasaanku sendiri,

aku tetap pada pendirian,
mengunci rapat untuk sementara,
karna ku tau kamu juga tak akan paham maksudku,
untuk sementara aku mau kamu menjauh,,menjauh dan menjauh,,,


" untuk Sepiku "

seandainya malam ini bisa kubunuh,
ku tak akan membunuhnya sendiri,
tapi kau akan ku ajak,
kau juga punya hak untuk menyaksikan tumpahan darah,
menyaksikan malam terkapar bersama gerimis-gerimis,
bersama bintang yang takut keluar untuk berbicara,
bersama bulan yang bersembunyi dibalik pekat malam,
juga bersama sepiku,,,




Sabtu, 05 Maret 2011

" Untuk Laut Sore ini "


aku tersipu pada birumu,
bahkan terseret pelan kedasar pikiranku,
menebak seberapa dalam?
mengukur seberapa luas?
adalah mustahil oleh akal ku,
pada mu laut,
aku yakin,
kau mendengar pembicaraanku,
sebuah percakapan yang amat rancu,
tentang sebuah cinta,
tentang makna yang dibungkus kelam oleh asa kehidupan,
ah,,,hati ini terbuka padamu,
meski aku harus mengatakan iya pada sebuah kesalahan.

Ujong serangga; 27 februari 2011

Rabu, 02 Maret 2011

" Bait - bait Malam (catatan untuk seorang kawan : Mizardi) "

sesak mendekap dalam bayang,
serasa dijemput paksa Izrail dalam peluk pangkumu,
dengan satu kata berpetik dua, " banci "
aku kecut; meski pada gerimis,
bahkan menjadi amunisi yang ganas menyerang.

aku meredup kawan,,
aku seperti dipijak,
merebah pada naluri dan asa,
namun kau,dia atau mereka,
seakan menjadi pedang waktu,
membabat langkah ku yang pasi dan tanggung,

ah,,ku pikir kau juga punya ratapan yang sama kawan,
jeritan yang sama,
debar dan haru yang sama,
tapi lakon yang simpang siur dan agak rancu,,
kawan,,
"aku bukan kreasi pikiran dia,kau,atau mereka",
aku adalah dekap pada Tuhanku,
dan selalu menyatu dengan bait-bait malam.
blangpidie, 02/03/2011; 23:19.