seandainya bumi tak bungkam pada langit,
pada satu spasi yang memisahkan jarak,
rimbun damar, biru toba untuk kuselami,
karna memang indah kisah yang ku ukir pada daun kelapa kering yang pupus diterpa angin.
seribu warna laksana terbakar api,
si gale-gale, atau tari tor-tor yang yang tak bisa menyatu dengan firasatku,
terlalu lebar melukiskan wajah indahnya dihati,
menakjubkan sekaligus perih semesta cinta ini,
seperih toba dalam ingatku,
seperih hati ini yang diabaikan.
HM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar