Jumat, 18 Februari 2011


" Pelangi Tiga Warna "

ada kah kau merangkak pelan sobat,
lihat esok pagi "ada pelangi tiga warna"
dan itu adalah warna janggal,
keluar lah pagi2 sobat,
hadap lah wajah mu ke langit,
lihat malaikat melambaikan tangan pada mu,
menandai kalau kita adalah satu,
dan akan dipisahkan perlahan dengan ketentraman.

to : Tegar Buana - Indisya Putri mei 2007

"biarkan aku yang tau tentang hidupku"

ini tentang ku
tentang hati dan perasaan
juga mengenai dendam
mengenai cinta
meAngenai rindu yang ku bisikkan lewat malam.

rindu,,
rindu di ujung pucuk ilalang,
tenggelam dalam setitik air di tengah daun talas
mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku tak sengaja jg mnykiti
andai aku tau tapi aku sering tidak tau
sering ada dalam ketidak tahuan ku,
memijak bayang,
menantang gelap beberapa saat ketika cahaya hendak muncul
aku yang mau bercerita tentang cinta lewat cerita cinta,
tentang perasaan yang berkabut
aku ingin hanya aku yang tau tentang semua ini,,,

00;00, senin 21 mei 2007,,,,,,,,,

"delete"

sambil melihat sunset dan memangku lutut miring,
perhatikan camar yang terbang atau gumpalan awan putih menguning emas,
asa kita adalah langit pada rukuknya hati atas kekaguman alam,
sering kita merenung tanggung,
saat kita di pijak !!!!!!!!!!
saat kita di lumuri dengan lumpur pekat.
saat kita dimaki , dan memandang dengan lugu.
kita adalah satu yang tak pernah mau mengerti,
kita selalu mau, tapi takut dengan keadaan yang ada.
bukankah alam mengajarkan kita bersahabat
dan kita juga kerap menghapus kenyataan yang baru kita dapat.

"untuk awan petang/semarang 2009"

Aku menarik zig-zag dengan perlahan di pasir basah
pasi,
aku pun cemas,
dipantai sepi,
hanya ada suara ombak bercengkrama dengan karang,
aku mau :
bebas,
tanpa nama itu lagi,
tanpa senyum,
tanpa ketawa manja,
tanpa cubitan lembut,
tanpa rindu,
tanpa kata sayang,
tanpa kamu yang sudah buat hati ku lebur dg waktu,,,,,

Terdiam :
aku melihat kecut ke atas sana,
harapan awan bersaksi atas semua ini,
dan hanya pada awan petang..............

" memo ku untuk seseorang"

bagi ku, kau seperti alunan bunyi kecapi,
merebak malam gelap,
menjemput rasa ku untuk menari sambil memeluk tubuhmu.
mengingatmu, membuat aku gemetar,
kau begitu sulit untuk ku delete dari memori ini,

Kamis, 17 Februari 2011

"Dema"

sejuta inspirasi bagiku,
kau menginspirasiku akan maha karya cinta,
akan sebuah lekuk dan makna sebuah keakraban,
ku panggil kau dema.

" gagok (symbol kecintaan ku pada seorang gadis) "

makna yang tersembunyi,
menerobos hakikat malam,
meneropong jauh keadaan,
karena padamu jua akhirnya aku bersimpuh.
sambil memaknai kehidupan yang akan berujung.

" Perih Toba Dalam Ingatku "

seandainya bumi tak bungkam pada langit,
pada satu spasi yang memisahkan jarak,
rimbun damar, biru toba untuk kuselami,
karna memang indah kisah yang ku ukir pada daun kelapa kering yang pupus diterpa angin.
seribu warna laksana terbakar api,
si gale-gale, atau tari tor-tor yang yang tak bisa menyatu dengan firasatku,
terlalu lebar melukiskan wajah indahnya dihati,
menakjubkan sekaligus perih semesta cinta ini,
seperih toba dalam ingatku,
seperih hati ini yang diabaikan.


HM