aku tidak menceraikan roh dengan jiwa,
aku tidak membutakan bulan pada bumi,
aku juga tidak memahat rindu pada jiwa-jiwa yang terlunta,
namun naluri yang memaksa pikiranku,
mengintruksiku, untuk menjelma menjadi Izrail,
memusnahkan segenap perasaan pada kesakitan,
lalu menginjak datar semua ocehan kososng tentang hidup.
hidup,
seperti menggambar peta dengan arang kayu jati,
pudar dalam hitungan detik oleh gerimis yang memaksa pelangi untuk diam sejenak,
kabur,
gelap,
penunjuk arah juga hilang dihantam tetes demi tetes hujan tanggung.
hidup,
berikan aku waktu untuk berdiam, berpikir tentang sisi jiwa yang kelam.
Lebong, 5 mai 2009.

















